
| Penyebab Kematian Pada PAS |
|
|
|
| Tuesday, 10 March 2009 15:01 |
|
Penyebab kematian tersering pada pembunuhan anak sendiri adalah mati lemas (asfiksia). Kematian dapat pula diakibatkan oleh proses persalinan (trauma lahir); kecelakaan (misalnya bayi terjatuh, partus precipitatus); pembunuhan atau alamiah (penyakit). Penyebab kematian pada PAS karena trauma sewaktu lahir dapat berupa tanda-tanda kekerasan seperti : Kaput suksedaneum. Kaput suksedaneum dapat memberikan gambaran mengenai lamanya persalinan. Makin lama persalinan berlangsung, timbul kaput suksedaneum yang makin hebat. Secara makroskopik akan terlihat sebagai edema pada kulit kepala bagian dalam di daerah presentasi terendah yang berwarna kemerahan. Kaput suksedaneum dapat melewati perbatasan antar-sutura tulang tengkorak dan tidak ter-dapat perdarahan di bawah periosteum tulang tengkorak. Mikroskopik terlihat jaringan yang mengalami edema dengan perdarahan-perdarahan di sekitar pembuluh darah. Sefalhematom, perdarahan setempat di antara periosteum dan permukaan luar tulang atap tengkorak dan tidak melampaui sutura tulang tengkorak akibat molase yang hebat. Umumnya terdapat pada tulang parietal dan skuama tulang oksipital. Makroskopik terlihat sebagai perdarahan di bawah periosteum yang terbatas pada satu tulang dan tidak melewati sutura. Fraktur tulang tengkorak. Patah tulang tengkorak jarang terjadi pada trauma lahir, biasanya hanya berupa cekungan tulang saja pada tulang ubun-ubun (celluloid ball fracture). Penggunaan forseps dapat menyebabkan fraktur tengkorak dengan robekan otak. Perdarahan intrakranial yang sering terjadi adalah perdarahan subdural akibat laserasi tentorium serebeli dan falks serebri; robekan vena galeni di dekat pertemuannya dengan sinus rektus; robekan sinus sagitalis superior dan sinus transversus dan robekan bridging veins dekat sinus sagitalis superior. Perdarahan ini timbul pada molase kepala yang hebat atau kompresi kepala yang cepat dan mendadak oleh jalan lahir yang belum melemas (pada partus presipitatus). Perdarahan subaraknoid atau interventrikuler jarang terjadi. Umumnya terjadi pada bayi-bayi prematur akibat belum sempurna berkembangnya jaringan-jaringan otak. Perdarahan epidural sangat jarang terjadi karena duramater melekat dengan erat pada tulang tengkorak bayi. Newer news items:
Older news items:
|
| Last Updated on Saturday, 28 March 2009 01:45 |
admin is Finisht the two phase of ilmu kedokteran forensik. go to Next phase - 2009-03-27 22:45:08
admin Uploaded new photo - 2009-03-27 22:42:35
admin Uploaded new photo - 2009-03-27 22:41:51
admin Uploaded new photo - 2009-03-27 22:30:54
david is reading a New book - 2009-03-05 03:47:10
Nat wow thanks thats alot mate - 2009-03-05 03:44:56
Nat wow thanks that alot mate - 2009-03-05 03:27:50
cornelia helping someone in the college - 2009-03-05 03:26:42
cornelia Updated profile - 2009-03-05 03:20:07
William not so hectic now - 2009-03-05 03:16:49
William not so hectic - 2009-03-05 03:16:00
Nat is that you there? - 2009-03-05 03:12:58
Home
Ilmu kedokteran
Video
F A Q s
Link
Kontak Kami




